Jumat, 20 Desember 2013

Hatsune Miku: Musunde Hiraite Rasetsu to Mukuro [結ンデ開イテ羅刹ト骸] (Hachi) TRANSLATION INDONESIA


Sekarang, malam ini, sekali lagi, mari kita pesta dengan bebas
Bersama-sama dengan anggota tingkat rendah dari neraka
Apa yang akan diturunkan martabatnya di teluk perjamuan ini
Ditemukan dalam kekejaman dan kebiadaban di antara kita.
Begitu murni dan jelas bahwa itu adalah orang fasik

Seekor kucing, yang telah kehilangan kakinya, tertawa-tawa seperti ini
"Wanita muda yang disana, ayo bermain!"
Benang merah terkait dengan kerahnya
Tidak mungkin dapat digunakan di tempat kakinya menghilang

Ya,ya,ya,ya Aku tidak mau!


Deretan barisan stupa yang bernyanyi

"Wanita muda yang disana, ayo menari!"
Bunga-bunga mekar diam-diam dibawah kaki
Yang meringis dan menggerutu

Koinobori itu menunjukkan perutnya

Dalamnya berisi tumpukan tengkorak yang dimakamkan.

Yai yai, haruskah kita pergi bermain?

Yai yai, tersenyumlah, senyum
Rai rai, bergabung, dan membuka
Rai rai, Rakshasa dan si mayat

Satu, dua, tiga dan terbuka lagi

Lima, Enam, tujuh, acungkan tangan lebih tinggi
Suatu kerah diikat ke pohon pinus, berayun dan menggantung
Ayo semuanya bergabung bersama-sama, semuanya bersama-sama!

Untuk tontonan yang sia-sia, pertama kita harus bertepuk
Kemudian lemparkan ke perapian untuk dibakar

Ular python yang rendah mati di kaki nisan
Sanak keluarga dirakit orang yang meninggal mulai pertengkaran
Aku berjanji dengan dia ketika ia masih hidup!
Tidak peduli orang yang kau klaim, orang mati tidak bisa berbicara

Ya ya ya ya Aku benci ini


Tolong beli semua bunga-bunga yang cukup cantik ini

Satu demi satu, beli anak-anak yang lucu
Yang terjual adalah orang-orang jelek yang tidak dimurnikan
Mereka menangis di pojokan, tidak ada yang menyadarinya

Yai yai, bolehkah kita bergurau?

Yai yai, menarilah dan menari
Rai rai, bergabung, dan membuka
Rai rai, Rakshasa dan si Mayat

Tiga, dua, satu dan tahan nafas

Tujuh, delapan, sepuluh dan sekali lagi bergabung
Menanggung luka bakar bahkan tidak pandai besi bisa menanggung derita
Kucing itu sekarang pergi untuk menutup kembali pintu geser yang terbuka.

Pada akhirnya, itu semua urusan orang lain.
(Pada akhirnya, itu semua urusan orang lain.)
Pada akhirnya, itu semua urusan orang lain.
(Pada akhirnya, itu semua urusan orang lain.)
Pada akhirnya, itu semua urusan orang lain.
(Pada akhirnya, itu semua urusan orang lain.)

Tentang nasib buruk orang lain, kita hanya berpura-pura ketidaktahuan!

Yai, yai, haruskah kita mengandung seorang anak?
Yai, yai, hilang, hilang, di dunia ini.
Rai, rai, terpikat oleh kesia-siaan dunia.
Rai, rai, Rakshasa dan si mayat.

Satu, dua, tiga, dan sekali lagi membuka.

Lima, enam, tujuh, dan acungkan tangan tinggi-tinggi.
Sebelum ayam berkokok dapat mulai, perutku akan kosong
Satu, dua, tiga, sampai ketemu besok hari!


"Sama seperti Rakshasa, dengan tenggorokannya mengamuk,
itu meminum darah panas python yang berkutat.
Semuanya akhirnya akan bergeser dan berubah.

Bahkan saat aku mengatakan ini, banyak hal yang berubah.

Pada akhirnya, apa jenis cerita yang menceritakan itu?
Oh baiklah, mari kita mengakhiri gosip nganggur kami.

Sekarang, tolong beri aku tepuk tangan. "

Satu, dua, tiga, sampai ketemu esok hari!


Kamis, 19 Desember 2013

IA : Yuukei Yesterday [夕景イエスタデイ] (Jin) ROMAJI + TRANS.INDO


Sosogu taiyou abite tanoshige ni
Hashagu hito no kao wo
Nirami nagara ni yokogitte iku
Tetsuya ake no asa de

Wajah-wajah gembira orang
Bermandikan di bawah sinar matahari
Aku memelototi dan menerobos jalannya
Pagi setelah semua malam yang panjang

Hara ga tatte buzen na watashi no me wo 
Saketa hito no saki ni 
"Ohayou" tte itte nobi wo suru 
Neguse tatteru aitsu ga tatteta 

Melewati orang-orang yang menghindari aku
Seorang dalam mood yang buruk dan matanya yang frustasi
Mengatakan "Halo" dan melakukan sesuatu
Dengan rambut berantakan, kau berdiri

Ki ga tsuitara me ga au you na
Awai koi da nante kyoumi mo wakanai na 

Ketika kau menyadarinya, mata kita bertatapan.
Romantis sekali, tetapi aku tidak tertarik sama sekali.

Dakedo nande darou
Kao wo mirenai 

Tapi aku bertanya-tanya mengapa
Aku tidak bisa melihat wajahmu

"Kankeinai yo, datte...aa, hara ga tatsu!" 

"Aku tak ada hubungannya dengan hal itu, karena...ah,sangat menjengkelkan!"

Mitsuketa ta-ta-ra-taiyou nirami tsukete 
Taka-ta-ta-takanatta mune ni futashitatte 


Bahkan jika aku melirik pada matahari

Bahkan jika aku menutupi jantung yang berdebar ini

Kono kanjou osaerarenai na kimochi warukutte
Nandarou hen na kimochi da 

Tidak bisa menahan perasaan ini, rasanya menjijikkan
Aku tidak tahu, ini perasaan yang aneh

WOW WOW WOW
Ta-ta-ta-ra-taido ga kao ni dechatte
Nazo ni kinchou shichatte koe ga uragaetta 

WOW WOW WOW
Sikapku ditunjukkan di wajahku
Untuk beberapa alasan aku gugup dan suaraku berdecit

"Kono joukyou mou wakannai yo! Atama ni kuru!" tte
Nandaka baka na watashi da 

"Aku tak mengerti situasi ini! Begitu menjengkelkan!"
Aku bertindak sedikit lebih bodoh

Kyoushitsu wa kyou mo heibon de akubi ga deru
Futari-kiri no madobe 

Hari ini lagi, kelas normal dan aku menguap
Di sebelah jendela, hanya kami berdua

Ki ni shichaunda yo hima na taido de
RAJIO wo nagashite mo 

Ini menggangguku, meskipun aku menyalakan radio
Dengan sikap bosan

Tachiagatta watashi wa yudan shite ite
Rokotsu ni barete shimau 

Aku berdiri tetapi tidak ada yang memperhatikan
Dan jelas terlihat

Kiita furi shite ita
HEDDOFON ga
Zutto doko ni mo tsunagattenai koto 

Headphone itu
Yang aku pura-pura dengarkan
Terhubung entah kemana

"Toki ga tateba wasureru you na
Sonna mon desho" tte dokoka de goujou de 

"Jika waktu berjalan, aku akan melupakan hal seperti itu"
Aku agak keras kepala

Dakedo nande ka na
Kuchi ni dasenai
Haradatte ita tte, kotoba mo denai 


Tapi aku bertanya-tanya mengapa

Aku tidak bisa mengungkapkannya ke dalam kata-kata
Bahkan jika aku dalam mood yang buruk, tidak ada kata yang keluar

Shinchou ni "ta-ta-ta-ra-taido de tsutaeyou" tte
Kotoba wo fuujikonde kyou mo kara mawatta 

Dengan hati-hati "Tunjukkan dengan sikapku"
Aku mengunci perkataanku dan berlari lagi dalam lingkaran

"Kono kanji, tsuzuku no nara waruku mo nai?" tte 
Nandaka zuibun yowaki ne 

"Perasaan ini, jika itu akan pergi, maka tidak begitu buruk"
Aku merasa agak pengecut

WOW WOW WOW
"Na-na-na-na-nanka gokigen da ne" tte
"Haradatteru no wakannai no?" tte hoho wo tsunetta 

WOW WOW WOW
"Kau tampak dalam suasana hati yang baik hari ini"
"Tidak bisakah kau mengatakan bahwa aku kesal?" aku mencubit pipimu

Donkan na sono taido ki ni kuwanainda
Doushiyou kyou ga mou owacchau 

Itu perilaku tidak sensitif, itu membuatku kesal
Oh tidak, hari ini akan berakhir

Mou ikkai ta-ta-ta-ra-taiyou nirami tsukete
"Shizumu no chotto matte yo" tte
Iki suikonda 

Menatap matahari sekali lagi
"Jangan terbenam dulu!"
Aku menarik napas

Taka-ta-ta-takanatta mune ga kurushikutte
Nandaka toppi na kimochi da 

Hati yang berdebar ini sedikit lebih sakit
Sebuah perasaan yang luar biasa

"Tsutaeta-ta-ta-ra-tai yo" tte hashiri dashita
Kono kanjou mou wakaranai yo bakuhatsu shisou da 

"Aku ingin memberitahumu" jadi aku mulai berlari
Perasaan ini tidak akan berhenti, rasanya akan meledak

Ta-ta-ta-ta-ra-taiyou ga shizumu mae ni
Nantoka tsutaetai kara 


Sebelum matahari terbenam

Aku ingin memberitahumu entah bagaimana caranya

Dounika shite yo, kami-sama!

Tuhan, tolong lakukan sesuatu!



([translate: Rei-Rei. ])




Rabu, 27 November 2013

Hatsune Miku: Musunde Hiraite Rasetsu to Mukuro [結ンデ開イテ羅刹ト骸 ] (Hachi) ROMAJI

saa saa koyoi mo bureikou
gokusotsu-shuu sura makikonde
utage no se nite nari sagaru wa
junshin-muku yue tachi no warui
akugyaku-hidou ni gozaimasu

kataashi nakushita neko ga warau
"soko yuku ojou-san asobi masho"
kubiwa ni tsunagaru akai himo wa
kataashi no kawari ni natcha inai

ya ya ya ya iya iya iya

retsu nasu sotoba no mure ga utau
"soko yuku ojou-san odori masho"
ashimoto hisoka ni saita hana wa
shikamettsura shite wa guchitteru

hara wo miseta koinobori
haranda no wa sarekoube

yai yai asobi ni yukou ka
yai yai warae ya warae
rai rai musunde hiraite
rai rai rasetsu to mukuro

hitotsu futatsu mittsu de mata hiraite
itsutsu muttsu nanatsu de sono te wo ue ni
matsu no ki ni wa kubiwa de chuuburarinrin
minna minna minna de musubi masho

kudaranu yokyou wa te wo tataki,
zashiki no irori ni kube sarase

gesen na uwabami bozen de iku
takari dasu shinzoku arasoisoi
"seizen kare to yakusoku shita zo"
usobuku mo shinin ni kuchi wa nashi

ya ya ya ya iya iya iya

katte ureshii hana-ichi-mon-me
tsugitsugi to urareru kawaiko-chan
saigo ni nokoru wa gehin na busu
dare ni mo shirarezu ni naite iru

yai yai itazura shiyou ka
yai yai odore ya odore
rai rai musunde hiraite
rai rai rasetsu to mukuro

mittsu futatsu hitotsu de iki wo koroshite
nanatsu yattsu tou de mata musunde
tatara sae mo taekane yakedo wo seoi
neko wa aketa fusuma wo shimete yuku

kekkyoku minasama taningoto
(kekkyoku minasama taningoto)
kekkyoku minasama taningoto
(kekkyoku minasama taningoto)
kekkyoku minasama taningoto
(kekkyoku minasama taningoto)

tanin no fukou wa shiranpuri!

yai yai kozukuri shiyou ka
yai yai yomae ya yomae
rai rai i-ro-ha-ni horebore
rai rai rasetsu to mukuro

hitotsu futatsu mittsu de mata hiraite
itsutsu muttsu nanatsu de sono te wo ue ni
tori ga naite shimawanu uchi ni harahera
hitotsu futatsu mittsu de mata ashita

akki-rasetsu no gotoku sono nodo takerase,
abareru uwabami no ikichi wo susuru.
subete wa utsurou no de gozaimasu.
ima koushite iru aida ni mo, samazama na mono ga.

hate, nan no hanashi wo shite ita kana?
maa, sonna yotabanashi wa owari ni shimashou.
saa, ote wo haishaku

hitotsu futatsu mittsu de mata ashita

Minggu, 30 Juni 2013

MY STORIES ( ~SERIES~ ): Himawari no Hana [ ひまわりのはな ] -Chapter 6: Mati Lampu?!-

      "Hei, Rena, seperti nya turun hujan, ya?" tanya Vicchan seusai dia menelan biskuitnya. "Hmmm? Nggak tahu, deh. Eeh, Sora-chan, kau 'kan kalau hujan suka main hujan, tuh. Sana lihat, hujannya turun apa nggak," suruh Rena sambil beranjak ke kamar tidurnya. "Oit?! Apa hubungannya aku main hujan dan cuaca?" tanya Sora-chan nada menolak. "Oke, jika hujan, kau tak boleh main hujan, ya?!" Rena mulai ngotot. "Baik! Aku akan memeriksanya, Boss!" Sora-chan menarik kata-katanya dan segera cek keadaan cuaca di luar sana.

      "Turun hujan nggak?" tanya Vicchan seraya mengambil biskuitnya lagi. "Iya! Tapi nggak ada petir kok! Dan cuaca hujan nya cukup aman kok!" Sora-chan segera berlari keluar. "Lho?! Terserah, deh! Aku masuk kamar ya, mau tidur. Jangan terlalu becek ya!" perintah Rena. "Oke, Siapa yang mau ikut main hujan bersamaku?" ajak Sora-chan. "Aku!" Recchan, Vicchan, dan Tsu-kun kompak. "T-T-Tu-Tu-Tunggu! Berarti aku hanya berdua dirumah ini dengan Tomohisa?" pikirku.

      "Lho, Tomohisa? Nggak ikut main hujan? Biasanya kau ikut!" Sora-chan kebingungan. "Aku tidak boleh mandi hujan dirumah teman. Aku juga tidak membawa baju yang cukup banyak untuk mandi hujan.." jelas Tomohisa, yang seakan akan membuat pipi Rena memerah dan terasa badanku hancur berkeping-keping. "Ayo, kita masuk ke kamar" ajak Tomohisa. "O-Oi! Sora-chan! Kau balik ke sini jam berapa? Sekarang jam setengah sembilan, lho!" Rena mulai gemetar kakinya. Karena kedinginan. "Sekitar jam 1 pagi! Itu kalau tidak ada badai dan petir ya! Sekalian aku mau ngadem dan main sebentar!" Sora-chan segera kabur. 

      "B-Busyet! Pulang jam 1 malam?! Lama banget, donk?! Dan dia pasti akan tidur di ruang tamu jika habis mandi, bukan di ruang kamar tidurku!" pikirku. "Ah, bodo lah. Sudah pacar ini, 'kan?" Aku tenang dan enjoy sekali. Aku membuat suhu AC menjadi 26 derajat karena begitu dingin. Biasanya aku memasang 16 atau 18 derajat. Kadang paling panas 20 derajat, itu juga kalau tidak hujan. "Wah, cukup dingin, ya. Disini..." Tomohisa melihat-lihat kamarku. "Y-Ya..." Aku menjawab sambil sedikit menghela nafasku pelan.

      "Ayo, kita tidur." ajak Tomohisa. "K-Kau mau tidur bersamaku?" tanya Rena sambil nge-blush. "Maulah! Aku kan, 'suki da yo' sama kamu!" Tomohisa memeluk Rena. "Ah.... Hangat sekali.. Kaki ku tidak gemetar dipeluknya." gumamku sambil memeluknya juga. Habis, tinggiku dengan tinggi Tomohisa paling hanya beda 6 cm atau 7 cm. "Bagaimana jika kita begadang saja? Kita ngobrol-ngobrol saja?" ajaknya lagi. 

Tiba-tiba... Pet! "Kyaaaaaaaa!" teriakku sambil menjatuhkan diri ke kasur. "T-Tenang. Ada aku disni, Oke?" Tomohisa membuatku tenang. "Y-Ya..." aku menjawab pelan.

Jumat, 28 Juni 2013

MY STORIES ( ~SERIES~ ): Himawari no Hana [ ひまわりのはな ] -Chapter 6: Ayah dan Ibu Keluar Negeri?!-

      Malam pun tiba. Aku dag dig dug. Entah harus melakukan apa. Bingung aku. Mati aku, tidur bareng couple baru. Couple sih couple, tapi 'kan, aku kalau dikira-kira seumuran dengan Sora-chan. Aku sekarang kelas 2 SMA kalau dikira-kira. Sora-chan juga kelas 2 SMA. Umurku 16, dan Sora-chan 16 juga. Katanya Sora-chan, Tomohisa umurnya 17 tahun. Beda setahun denganku. Vicchan 17 tahun. Recchan 16 tahun. Dan Tsu-kun 17 tahun.

      "Duh, mama kok nggak pulang-pulang yaa?" tanya Sora-chan sambil memainkan HP nya. "Lho, iya juga, ya. Tadi mama bilang jam setengah lima pulangnya. Sekarang 'kan, sudah malam. Kok belum pulang ya?" tanyaku balik. "Hm? Bukannya tadi mama bilang sama kamu mau kemana dan pulang jam berapa?" tanya Sora-chan lagi. Aku menghela nafas, "Habis, mama tadi bilang mau belanja dan ngobrol bareng ibu-ibu". Sora-chan mematikan HP nya dan berkata, "Tadi penampilan mama mu kayak gimana?" tanya Sora-chan balik. "Oh ya! Dia bawa koper, baju cakep, bawa tas kecil, pake perhiasan!" jawabku sambil memegang kepalaku.

      Jantungku dag dig dug, Aku mendengar ada suara SMS masuk dari Ponsel ku. Isi SMS itu ternyata ini: "Hai anakku! Ibu mau jalan-jalan ya sama teman-teman ibu. Ayah juga ikut jalan-jalan!Salam hangat, Ibu. Muah!". "A-Apa?!" teriakku tidak percaya. "Apa? Apaan sih?" Sora-chan menghampiriku. "I-Ibu, Ayah, serta teman-temannya ingin jalan-jalan" jawabku terbata-bata. "Hee? Kemanaa??" tanya Sora-chan dan bernada tinggi. "Entah" jawabku singkat. "Coba SMS lagi, dan tanyakan, ingin pergi kemana?" suruh Sora-chan. Aku mengambil ponsel ku, "Baik!"

Kubalas, "Ibu, Ayah, serta teman-teman Ibu mau kemana?".Lalu ada pesan masuk lagi, "Oh, Ibu, Ayah, dan Teman ibu mau keluar negri, tepatnya, Ayah ke Los Angeles, Ibu ke New York, dan Teman Ibu ke London." Jawab ibu. Aku tidak membalas, dan dalam hati bergumam, "Hmmm, jadi, aku berduaan dengan Tomohisa dong?! Asiiiik!". Aku menunjukkan SMS ibu ke Sora-chan. Sora-chan bilang, "Yey! Akhirnya, aku boleh main hujan donk!". Ia bangga sekali. Aku tersenyum kecil.

MY STORIES ( ~SERIES~ ): Himawari no Hana [ ひまわりのはな ] -Chapter 5: Teman Sekamar-

      Aku segera mengambil minum dan kembali ke kamar inap nya Sora-chan bersama Tomohisa. "Hei semua! Aku pacaran dengan Rena, lho!" Tomohisa menaruh tasnya. "W-What?!" tanya Vicchan. "Apakah itu benar? Rena? Oi?" tanya Vicchan. Tomohisa melirik ke arahku. "Y-Yaaaa.." jawabku menelan sambil air ludah. "D-D-Dullahan! Mana sih si Sora-chan?! Tolong cairin suasana ini dong!" gumamku dalam hati.

      "O-Oi! Tomo-kun! Kau bener pacaran sama Rena?" tanya Recchan. Tampaknya Tsu-kun tidak peduli soal cinta. Apakah dia anti-cinta?. Haha. Ada yang membuka pintu. Oh, ternyata si Sora-chan! Yosh! Ayo, cairkan suasana nya! "Nee, Sora-san, katanya Rena-san dan Tomo-san pacaran lho" Tsu-kun memberitahu hal itu ke Sora-chan.

      "W-Woi! Jangan dipadatin dong suasana kayak gini!" gumamku. "Sudahlah, lupakan hal yang tadi." Tomohisa bertindak. "O-Okay" kata Sora-chan. "W-Wey, memang benar? Kau pacaran sama Tomohisa?" tanya Sora-chan. "Iya!" Aku berkata cukup keras. "Ooooh. Baguslah!"kata Sora-chan. 

      "Baik! Waktunya pembagian kamar!" kata Tsu-kun. "Ide bagus, Ha-kun!" kata Sora-chan. "Untunglah... untung Tsu-kun mencairkan suasana nya..." pikirku. "Tapi! Woi? Kalian nginap disini?" tanyaku. "Iya lha, kan udah libur!" kata Recchan. "Ooo" jawabku singkat. "Kalian nginap sampai kapan?" tanyaku. "2 minggu doang, kok!" kata Vicchan. "No puroburemu (No problem) kan?" tanya Vicchan. "I-Iya sih" kataku. 

      "Aku, Recchan, dan Ha-kun sekamar. Di kamarnya Sora-chan." kata Vicchan. "Sedangkan Rena, Sora-chan, dan Tomohisa-kun sekamar. Di kamarnya Rena." perintah Recchan. "Oke, bos!" kata Sora-chan." Mandi nya berdua-berdua ya. "Aku berdua sama Tomohisa-san, Recchan dan Vicchan, Rena dan Sora-chan" kata Tsu-kun.

      "Yang mandi cewek duluan lho!" kataku. "Baiklah! Yang cowok terakhir ya!" kata Vicchan. "Jangan ngintip loh!" kata Recchan. "Dih? Siapa yang pengin ngintip? Jijik tahu!" kata Tsu-kun. "Mana salah satu dari kami yang sinting?" tanya Vicchan ke Recchan. "Tsu-kun dan Tomo-kun! Boo~ Ampun deh. Bye-bi!" Recchan beranjak ke kamar mandi untuk mandi. "Sudahlah..." Sora-chan menenangkan Tsu-kun.

MY STORIES ( ~SERIES~ ): Himawari no Hana [ ひまわりのはな ] -Chapter 4: Teman Cowok-

      "Ah, eh, uh, um, eng, ung, uwe, oh...." omonganku seperti anak bayi saja. "Ano... kau tadi dicariin sama teman-teman mu" aku berkata dengan gemeteran. "Ci-Ciyus lu? Tomohisa ganteng keren kece badai!"gumamku dalam hati. "Lho? kenapa kau menjawabnya dengan terbata-bata? Ah, salam kenal, namaku Tomohisa Shosaku. Yoroshiku, ne?" ia mengulurkan tangannya ke arahku.

     "Ah, ya. Salam kenal..." aku menerima uluran tangannya. Wew, empuk dan hangat. "Loh? Mengapa pipimu merah?" tanya Tomohisa padaku. "Eh?! Ma-Masa?!" Aku kaget dan segera memalingkan wajahku darinya. "D-Du-Dullahan?! Apa yang harus kulakukan!?" gumamku dalam hati. Duh, pengin nangis nih rasanya, ketemu cowok ikemen kayak gini!

      "Boleh 'kan aku temen sama kamu?" tanya Tomohisa. "T-T-Te-Tentu saja!" Aku tersenyum. "Kenapa sih? Sebenarnya, aku kenal kamu sih, tapi aku kadang ada kegiatan klub di sekolah, jadi tak bisa mampir kesini, deh. Haha" Tomohisa membalas senyumku. "Wew" jawabku singkat. Tomohisa berbisik padaku, "Hei, jangan bilang-bilang ya. Konoaida, watashi wa itsumo anata o mite iru to, nagai jikan no ato, watashi wa anata no you ni sukidatta." kata Tomohisa.

      "Eh?!"aku kaget. "Kanou de areba, hokanohito ga kono koto o shirimasen" bisiknya lagi. "B-Baiklah. Aku akan menjadi temanmu." Aku terbujuk oleh kata-katanya, dan ingin sekali berteman dengannya. "Tokorode, anata wa watashi no gaarufurendo deshou ka?" tanya Tomohisa. "Jika hal aku berpacaran denganmu tersebar tak apa-apa. Tapi, jangan sampai orang lain tahu kalau kita sama-sama suka." kata Tomohisa.

     "O-Oke" jawabku sambil mangguk-mangguk.